Articles

Redefinisi Kaum Paderi Melalui Metodologi Genealogis Foucauldian Sebagai Rekonsiliasi Etnis Minangkabau-Batak

Authors

  1. Universitas Teknologi Yogyakarta 🇮🇩
Received
July 28, 2016
Accepted
November 21, 2016
Published
November 25, 2016

Abstract

Redefinisi Kaum Paderi merupakan konsep pendefinisian Kaum Paderi berdasarkan metodologi genealogis yang menulis sejarah berdasarkan kerangka kekinian. Definisi ini berbeda dari definisi Kaum Paderi dalam pandangan sejarah umum. Redefinisi ini dimaksudkan untuk memetakan gerakan Paderi berdasarkan konsep kekuasaan berbasis keamiran melalui gelar Tuanku Imam Bonjol merujuk kerangka kekuasaan nagari (balad-dalam pemahaman imamah). Tujuan pemetaan gerakan Paderi adalah membuktikan (secara teori) bahwa ada dikotomi di tubuh Paderi sebagai gerakan pemurni Islam serta yang bersifat radikal. Dikotomi inilah yang digunakan sebagai dalih untuk membangun wacana rekonsiliasi antara etnis Minangkabau-Batak lantaran konflik masa lalu "Perang Paderi" jilid I.

Keywords

Budaya; Politik Agama; Rekonsiliasi Sosial

References

  1. Cahyana, Ludhy. 2003. Islam Jamaah di Balik Pengadilan Media Massa: Suatu Analisis Mengenai Pembunuhan Karakter Terhadap Lemkari/LDII. Yogyakarta: Benang Merah.
  2. HAMKA. 1961. Pengaruh Muhammad Abduh di Indonesia: Pidato Pengukuhan Gelar Doctor HonorisCausa dari Universitas Al-Azhar Mesir pada 21 Januari 1958 (edisi digital tahun 2008). Jakarta:Tintamas.
  3. https://pustakamarola.wordpress.com (dari tulisan-tulisan Suryadi; Dosen dan peneliti pada Opleiding Talen en Culturen van Zuidoost-Azië en Oceanië, Universiteit Leiden, Belanda)
  4. https://www.basyral-hamidy-harahap.com/blog/index.php?itemid=43
  5. Ilusi Negara Islam: Ekspansi Gerakan Islam Transnasional di Indonesia (2009). Jakarta: The Wahid Institute.
  6. Latif, Yudi. 2012. Inteligensia Muslim dan Kuasa: Genealogi Inteligensia Muslim Indonesia Abad Ke-20(edisi digital). Jakarta: Yayasan Abad Demokrasi.
  7. Navis, A.A. 1999. Yang Berjalan Sepanjang Jalan (Kumpulan Karangan Pilihan). Jakarta: Grasindo.
  8. www.detikforum.com
  9. www.id.wikipedia.org